MEDIA KEBUN INDONESIA – Momentum penting bagi kemajuan industri durian Indonesia hadir di ajang NusaHorti 2026 di ICE BSD Hall 8 Panggung NusaHorti pada hari Minggu, 14 Juni 2026.
Asosiasi Kebun Durian Indonesia (AKDI) resmi dikukuhkan sebagai wadah kolaborasi, edukasi, dan penguatan ekosistem perkebunan durian yang berkelanjutan di Indonesia.
Pengukuhan dilakukan oleh Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI.
Pada awal tahun 2026, Asosiasi Kebun Durian Indonesia telah membentuk wadah yang menghimpun para pekebun dan pemilik kebun durian di seluruh Indonesia, baik skala kecil, menengah, maupun besar.
Menurut Catur Dian Mirzada, seorang ahli dalam segala hal durian dan pecinta durian, asosiasi tersebut dibentuk karena melihat prospek komoditas durian Indonesia yang masih sangat besar dan memiliki peluang untuk terus ditingkatkan, termasuk dalam pasar ekspor agar mampu bersaing dengan negara-negara tetangga.
“Permasalahan yang masih dihadapi Indonesia adalah produktivitas dan kualitas durian yang belum seragam.Standar kualitas antara satu kebun dengan kebun lainnya masih berbeda-beda,” ujar Catur saat ditemui di pameran hortikultura di ICE BSD, didampingi ketua AKDI Condro Kirono , pengurus lainnnya Edi Bucheri, Minggu (14/6/2026).
Melalui forum asosiasi ini, para anggota dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan kebun yang baik, penggunaan bibit unggul, serta penerapan standar budidaya yang lebih konsisten. Meski setiap daerah memiliki kondisi dan karakteristik yang berbeda, AKDI berupaya mendorong peningkatan kualitas secara menyeluruh.AKDI juga aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran, termasuk ajang Nusatic, sebagai sarana edukasi dan promosi durian nasional.
Saat ini, sekitar 30 pengurus dan koordinator wilayah dari berbagai daerah telah aktif bergabung dalam organisasi tersebut.
Dalam berbagai kegiatan pameran, AKDI turut menampilkan beragam varietas durian unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
Organisasi ini berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kementerian terkait lainnya, pelaku perdagangan, serta kalangan akademisi dan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.
“Kami berharap tercipta kolaborasi yang kuat. Jika sektor durian nasional semakin berkembang, tentu diperlukan dukungan untuk ekspor, riset, dan pengembangan teknologi budidaya,” tambah Catur.
Prospek bisnis durian dinilai sangat cerah menurut Joyada Siallagan, seorang lawyer dan konsultan pajak yang memiliki perkebunan di daerah Jonggol.
“Prospek bisnis durian sangat menjanjikan. Permintaan domestik yang tinggi serta terbukanya keran ekspor skala global membuat nilai ekonomis si ‘raja buah’ ini sangat fantastis,” kata Joyada.
“Saya berpesan ke masyarkat untuk menggerakkan Ayo Berkebun Duren untuk memperkuat ketahanan pangan dan komoditas eksport indonesia,” tambah Joyada yang aktif bermain golf dan memiliki komunitas golf IronCard.

